Kepulauan Meranti

Irwan Nasir : Selama Berpolitik Saya Banyak Musuh

Irwan Nasir : Selama Berpolitik Saya Banyak Musuh
H Irwan saat diwawancara pada Senin (8/2/2021) malam, usai rapat Paripurna di Gedung Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti.

MERANTI – Banyak kesan yang dilalui selama ia menjabat sebagai Bupati Kepulauan Meranti. Baik senang maupun sulit, suka dan duka telah mewarnai perjalanan panjangnya selama dua dekade.

Memang tinggal menghitung hari (17 Februari 2021) masa kepemimpinannya akan berakhir. H Irwan tercatat menjadi Bupati defenitif sejak 2011 hingga 2021.


Dengan sepak terjangnya yang cukup luas dalam berpolitik, lalu apa yang akan dilakukan oleh H Irwan setelah menjabat?

Saat ditanya hal tersebut, H Irwan mencetus, ia ingin meluangkan waktu purnanya dengan menikmati kebebasan sebagai orang biasa.

Selain itu, dia mengaku akan berhenti berpolitik. Ingin bebas dan menikmati hidup dengan ketenteraman.


“Saya ingin menjadi wisatawan, jadi saya ingin menikmati kebebasan. Dalam arti saya bisa jalan-jalan naik sepeda motor, naik sepeda duduk di kedai kopi,” ujar H Irwan sambil tertawa kecil saat diwawancara pada Senin (8/2/2021) malam, usai rapat Paripurna di Gedung Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti.

Baca Juga :  Resmikan Sentra Sagu, Tokoh Masyarakat Akui Peran Besar Bupati Meranti Bangun Kecamatan 3T

“Sekali lagi saya ingin menikmati kebebasan. Karena pengalaman saya di politik hanya banyak musuh. Jadi dulu waktu saya belum berkecimpung semua kawan. Begitu saya terjun di politik kok jadi bagi dua, kawan banyak lawan juga banyak,” sambungnya.

Lantas, hal tersebut menjadi faktor utama untuknya agar tidak lagi ikut berpolitik. “Jadi saya berusaha untuk tidak punya lawan, oleh karena itu saya off dulu dari dunia politik,” sebutnya.

Selama ia menjabat, ujarnya, menjadi pemimpin di Kabupaten Kepulauan Meranti bukanlah hal yang mudah, kendati demikian, ia berpesan agar pemimpin yang akan datang dapat beradaptasi dengan baik.

“Harus sabar, harus tahan banting, jangan mudah merajuk. Kenapa harus sabar karena masyarakat kita ini dinamikanya tinggi, kenapa harus tahan banting, karena medannya berat, karena perjuangannya juga tidak main-main,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Meranti Minta Alokasi Pembangunan Lebih Besar dari Pusat dan Provinsi

Terlebih kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam membangun Kepulauan Meranti. “Daerah kita ini alamnya berat, kemudian terisolir dan kemampuan keuangan kita juga terbatas, sehingga dibutuhkan kecermatan dalam membangun daerah ini,” aku dia.

Kedepan ia berharap kepada pemimpin Kepulauan Meranti agar dapat menjaga solidaritas dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh stake holder yang ada.

“Dan tentu kita harapkan pemerintahan tetap berjalan stabil sebagaimana sebelumnya. Karena pergantian kepemimpinan itu mungkin akan syok karena kebiasaan-kebiasaan sehingga perlu penyesuaian,” tuturnya.

Dirinya tidak mau kejadian pada tahun 2015 terulang kembali, dimana saat proses pilkada sempat terjadi permasalahan.

“Dulu sempat membuat kita terguncang, kita berusaha jangan sampai terulang lagi pada proses peralihan kekuasaan pada tahun ini,” harapnya.***

Baca Juga :  Tahapan Perampingan OPD Mulai Dilakukan
Editor     : Dhamean Hasibuan
Sumber : T. Y Tarigan
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: